Tim dari Jurusan Akuakultur Universitas Bangka Belitung bekerja sama dengan Himakuatik Universitas Bangka Belitung telah berhasil meningkatkan produksi sayur menggunakan tenaga surya melalui sistem akuaponik. Pengabdian masyarakat yang dilakukan di Pulau Panjang, Desa Penutuk, Kecamatan Lepar Pongok, Bangka Selatan pada tanggal 19-22 Juni 2023 ini menawarkan solusi inovatif dalam meningkatkan ketersediaan sayuran yang sehat dan berkualitas untuk masyarakat setempat.
Tim yang terdiri dari Tiara Puspa Anjani, Ardiansyah Kurniawan dan Andri Kurniawan bersama dengan Tim Himakuatik Universitas Bangka Belitung menjalankan kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan fokus pada produksi sayur melalui sistem akuaponik yang menggunakan tenaga surya sebagai sumber energi utama. Akuaponik merupakan suatu sistem yang menggabungkan budidaya ikan dan budidaya sayuran, dimana limbah dari ikan digunakan sebagai pupuk untuk tanaman sayuran.
Sebelum melaksanakan kegiatan di Pulau Panjang, tim melakukan tahapan persiapan di Universitas Bangka Belitung. Tahapan ini meliputi pembibitan benih tanaman sayuran, uji coba panel surya, dan perancangan sistem akuaponik. Selama periode 11-18 Juni 2023, tim melakukan pembibitan benih sayuran seperti selada, pakcoy, kangkung, dan bayam di rockwall yang telah disiapkan sebelumnya. Setelah tumbuh dengan baik, tanaman tersebut dipindahkan ke sistem akuaponik ketika sudah memiliki 4 helai daun. Selanjutnya, tim juga melakukan uji coba panel surya untuk memastikan panel surya, pompa DC, kontroler, dan aki dapat bekerja secara optimal. Desain kebutuhan akuaponik dan perangkaian baja ringan juga turut dipersiapkan dalam tahapan ini.
Setibanya di Pulau Panjang, tim melanjutkan proses pembuatan kolam budidaya. Tahapan ini melibatkan persiapan kayu dan penggalian tanah sebagai dasar kolam. Setelah dasar kolam diratakan, plastik HDPE digunakan sebagai alas sebelum pembuatan kolam. Kolam yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini memiliki ukuran 2×3 meter. Setelah kolam selesai dibangun, rangka baja ringan dipasang dengan kemiringan sebesar 10% dari total ketinggian kolam. Untuk melindungi tanaman dari air hujan, atap akuaponik menggunakan plastik UV yang tetap memungkinkan sinar matahari masuk ke dalam sistem. Panel surya dipasang di atas atap akuaponik untuk memastikan penyerapan energi matahari yang optimal.
Kepala Dusun Pulau Panjang, Muhammad Tang, menyatakan apresiasinya terhadap kegiatan pengabdian masyarakat ini.
“Pengabdian ini dapat meningkatkan produksi sayur yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Pulau Panjang, serta memenuhi kebutuhan serat bagi mereka,” ungkapnya.
Ia juga mengakui bahwa kegiatan ini memberikan efek positif bagi masyarakat, karena melibatkan mereka secara aktif dalam merawat ikan dan sayuran.
Dengan adanya inovasi ini, diharapkan produksi sayur di Pulau Panjang dapat meningkat secara signifikan, sehingga masyarakat dapat memperoleh pasokan sayur yang lebih melimpah dan berkualitas. Selain itu, penggunaan tenaga surya dalam sistem akuaponik juga memberikan keuntungan dalam hal keberlanjutan dan penghematan energi.
Tim dari Jurusan Akuakultur Bersama Himakuatik Universitas Bangka Belitung berharap bahwa keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat dan pihak terkait untuk menerapkan teknologi akuaponik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Dengan demikian, upaya untuk meningkatkan produksi sayur secara lokal dapat terus dilakukan, menjadikan Pulau Panjang sebagai contoh dalam pengembangan pertanian modern yang berkelanjutan.
