Pilih Bahasa

Prodi Budidaya Perairan

DIATOM

Diatom adalah meruapakan bagian dari fitoplankton, bersel tunggal dan paling umum ditemui. Diatom umumnya berwarna coklat keemasan, meskipun begitu diatom memiliki klorofil dan mampu berfotosintesis. Diatom memiliki klorofil A, klorofil C, dan karotenoid fucoxanthin yang terdapat dalam plastida. Pigmen tersebut memungkinkan diatom menghasilkan makanan sendiri melalui fotosintesis.

Terdapat lebih dari 200 genera diatom yang hidup, dan diperkirakan bahwa ada sekitar 100.000 spesies yang ada saat ini. Jangkauan hidup diatom sangat luas, karna dapat ditemukan diperairan laut, payau dan tawar. Populasi diatom juga cukup besar, dimana mereka berkontribusi hingga 45% dari keseluruhan produksi primer di lautan.

Diatom bereproduksi secara aseksual dengan pembelahan biner, di mana setiap sel anak menerima salah satu dari dua frustule sel induk. Selain itu Diatom juga mampu bereproduksi secara seksual yang menghasilkan zigot berukuran relatif besar dibandingkan induknya.

Diatom unmumnya berukuran 2-200 mikron, dan terdiri dari dinding sel silika sehingga saat mengkultur diatom, penting untuk memberikan nutrisi berupa silikat selain untur makro dan mikronutrient lainya. Dinding sel silika ini mengendap menjadi sedimen di dasar laut setelah diatom mati.

Diatom milik kelompok besar yang disebut heterokonts, termasuk autotrof (misalnya emas ganggang, rumput laut) dan heterotrof (misalnya air cetakan). Kekuningan-coklat mereka kloroplas adalah khas dari heterokonts, dengan empat membran dan berisi pigmen seperti fucoxanthin karotenoid.

 

Komentar