Pilih Bahasa

laporan Keberadaan ikan invasive Nila di Pulau Bangka oleh Mahasiswa akuakultur UBB

Indonesia menempati urutan kedua untuk kepemilikan keragaman ikan terbesar setelah Brazil. Setidaknya terdapat lebih 1.200 spesies ikan air tawar yang tercatat di Indonesia. Keberadaan ikan di Indonesia saat ini sudah mulai terancam serius akibat rusaknya habitat alami dan Konversi Lahan serta hadirnya ikan asing sebagai predator atau pesaing dalam habitat alami.

Oreochromis niloticus (Linnaeus 1758) merupakan spesies dari keluarga Cichlidae yang berasal dari Afrika Utara dan Timur. Spesies ini awalnya diintroduksikan untuk meningkatkan produksi perikanan dan memenuhi kebutuhan pangan dunia. Namun introduksi tersebut menjadi tidak terkontrol yang mengakibatkan ikan ini lepas ke perairan alami. Kemudian ikan ini berkembang biak dengan cepat di  alam dan mendominasi. Pendataan untuk kehadiran ikan invasive perlu dilakukan dan dilaporkan sehingga kedepannya dapat menjadi perhatian untuk para peneliti dalam upaya konservasi dan pengendalian populasi ikan invasive.

Mahasiswa akuakultur, Universitas bangka belitung yang di ketua oleh Destra Ramadhanu, bersama dengan tim dari Universitas Muhammadyah Bangka, jurusan PSKSDA Belitung yang diketuai oleh Yordi Aprianto,  serta tim dari yayasan Ikan Endemik Bangka Belitung yang diketuai oleh Ari Sabri melakukan ekspedisi sepanjang aliran sungai di kepulauan Bangka. Dibawah bimbingan Dosen Jurusan Akuakultur, Universitas Bangka Belitung, Ibu Fitri Sil Valen, M.P, dilaporkan bahwa ada temuan keberadaan ikan nila invasive Oreochromis niloticus (Linnaeus 1758) di perairan tawar bangka.

Sebanyak 30 spesimen tertangkap dengan menggunakan Anco di Sungai Mang Kalok, Desa Rebo, Pulau Bangka Indonesia. Penemuan ini menjadi catatan pertama yang dilaporkan tentang keberadaan spesies ini di alam liar. Keberadaan spesies ini di Pulau Bangka menambah catatan sebelumnya yang tersebar di perairan alami pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi hingga ke Papua (Danau Sentani).

Kami sangat menyayangi keberadaan ikan nila di alam, karna ikan nila memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi dan mampu berkembang biak dengan baik dan cepat di alam sehingga dapat menggeser keberadaan ikan lokal. Telah banyak laporan mengenai keberadaan ikan invasif menyebabkan kepunahan 39% spesies ikan dunia dalam 400 tahun. Kami khawatir keberadaan ikan nila diperairan umum Pulau banga dapat meningkatkan ancaman kepunahan bagi ikan lokal dan ikan endemik bangka, sehingga Bangka tidak dapat mewariskan kekayaan biodiversitas ikan air tawar kepada anak cucucnya nanti.

 

Untuk info lebih lanjut, silahkan kunjungi https://journal.ubb.ac.id/aquatropica/article/view/4198/2177

 

(Penulis: Fitri Sil Valen)

Komentar