Coccolithophores merupakan bagian dari fitoplankton, organisme bersel tunggal dan mampu memproduksi makanan sendiri (komponen autotropik). Coccolithophores termasuk ke dalam kingdom protista yang membentuk kelompok dan terdiri dari 200 spesies. Coccolithophores termasuk kedalam filum heptophyta dan kelas Prymnesiophyceae (atau Coccolithophyceae ). Coccolithophores hampir secara eksklusif hidup di laut , bersifat fotosintetik , dan ada dalam jumlah besar di seluruh zona sinar matahari lautan.
Coccolithophores merupakan fitoplankton yang tergolong unik, karena mereka membungkus cangkang mereka dengan kalsium karbonat atau yang lebih dikenal dengan coccosphere. Ini adalah salah satu bentuk pertahanan dari pemangsanya seperti zooplankton dan protozoa lainnya. Seperti fitoplankto pada umumnya, Coccolithophores memegang peranan pentingn dalam siklus karbon. Mereka menghasilkan 40% produksi primer laut setempat karna populasinya yang paling berlimpah di laut, dan spesies yang paling berlimpah adalah Emiliania huxleyi, milik ordo Isochrysidales dan famili Noëlaerhabdaceae. Spesies ini dapat ditemukan di lautan sedang , subtropis , dan tropis.
Coccolithophores adalah sel bulat dengan diameter sekitar 5–100 mikrometer, dikelilingi oleh pelat berkapur yang disebut coccoliths , yang berukuran sekitar 2–25 mikrometer. Setiap sel mengandung dua kloroplas coklat yang mengelilingi nukleus. Coccolithophores hidup sebagai haplodiplontik , engan pergantian fase aseksual (haploid) dan seksual (diploid). Selama fase haploid, coccolithophores menghasilkan sel haploid melalui mitosis . Sel haploid ini kemudian dapat membelah lebih lanjut melalui mitosis atau menjalani reproduksi seksual dengan sel haploid lainnya. Sel diploid yang dihasilkan melewati meiosisuntuk menghasilkan sel haploid lagi, memulai siklus lagi. Coccolithophores bereproduksi secara aseksual melalui pembelahan biner. Dalam proses ini coccoliths dari sel induk dibagi antara dua sel anak.
Di lautan, peran utama coccolithophores adalah menjadi produsen primer melalui proses fotosintesis. Dalam prose fotosintesis Coccolithophores membutuhkan nutrisi seperti nitrogen, fosfor, silikat dan untur mikronutrient.
Kandungan coccoliths pada Coccolithophores merupakan komponen utama dari kapur, seperti Tebing Putih Dover dan batuan kapur lainnya dari bebrbagai belahan dunia merupakan hasil penumpukan sisa coccoliths. coccoliths yang membentuk lapisan cairan ini dan sedimen berkapur yang terbentuk saat dipadatkan berfungsi sebagai mikrofosil yang berharga. Coccolithophores adalah kelompok planktonik utama yang bertanggung jawab untuk produksi CaCO3.
Selain itu, coccolithophorids juga membantu mengatur suhu lautan, dimana mereka tumbuh subur di laut yang hangat dan melepaskan dimetil sulfida (DMS) ke udara yang nukleusnya membantu menghasilkan awan yang lebih tebal untuk menghalangi matahari. Saat lautan mendingin, jumlah coccolithophorids berkurang dan jumlah awan juga berkurang. Ketika awan yang menghalangi matahari semakin sedikit, suhu juga meningkat. Ini, oleh karena itu, menjaga keseimbangan dan keseimbangan alam
(Penulis : Fitri Sil Valen)
