Keragaman Ikan di Muara sunga Bengawan Solo, Indonesia
Di Indonesia, terdapat lebih dari 4860 spesies ikan, yang tersebar di perairan tawar, laut dan payau. Jenis ikan yang tersebar di Indonesia terdiri dari ikan endemic, native, introduced dan reintroduced. Saat ini keberadaan ikan di Indoensia cukup terancam akibat dari kerusakan lingkungan dan alih fungsi lahan. Beberapa spesies ikan Indonesia telah terdaftar sebagai ikan yang terancam dan terancam punah di IUCN red list and Threatened species.
Estuari merupakan kawasan perairan yang paling produktif dengan ekosistem yang unik dan kompleks dengan berbagai habitat. Hewan air dengan berbagai derajat sangat bergantung pada ekosistem muara, terutama untuk tempat pemijahan dan pembibitan. Heterogenitas habitat menyebabkan kawasan ini kaya akan sumber daya, dengan komponen terbesar adalah fauna ikan. Ikan yang umumnya hidup di perairan muara memiliki toleransi yang tinggi terhadap fluktuasi salinitas dan dapat berpindah dari sungai yang salinitasnya rendah ke laut yang salinitasnya tinggi.
Muara Sungai Bengawan Solo merupakan salah satu kawasan yang memiliki potensi besar di bidang perikanan. Ini adalah sungai terpanjang di Jawa, Indonesia yang berhulu di Pegunungan Lawu Jawa Tengah dan bermuara di pantai utara Jawa Timur. Muara pertama berada di Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, dan yang kedua berada di Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur. Seperti kebanyakan sistem sungai di Jawa, panjang Sungai Bengawan Solo mengalami tekanan antropogenik yang tinggi, termasuk perikanan untuk konsumsi manusia. Sungai Bengawan Solo sangat penting bagi masyarakat karena merupakan pemasok air baku terbesar untuk kabupaten induk di Pulau Jawa. Selain itu, pemanfaatan perikanan tangkap di sepanjang aliran sungai memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat yang mata pencahariannya adalah nelayan.
Data kumpulan spesies ikan di muara Sungai Bengawan Solo masih terbatas. Inventarisasi ikan merupakan penelitian dasar yang penting untuk pengelolaan konservasi karena pola keanekaragaman menunjukkan kesehatan ekosistem dan data tersebut dapat digunakan untuk menyimpulkan dampak stresor. Informasi ini sangat penting untuk program konservasi, seperti domestikasi atau pembuatan tempat perlindungan ikan dan pengembangan kebijakan pengelolaan perikanan berkelanjutan untuk mendukung sistem sosial ekologi. Selain itu, penelitian tentang keanekaragaman ikan sangat membantu untuk mendeteksi produktivitas perikanan di perairan tersebut.
Pentingnya inventarisasi ikan membuat para peneliti nasional dan Internasional bekerjasama dalam mengungkap keberadaan ikan di Muara sungai bengawan Solo. Salah satu peneliti dari Universitas Bangka Belitung “ Fitri Sil Valen” juga ikut dalam ekspedisi dan inventarisasi ikan di Muara sungai bengawan Solo pada tahun 2022 bersama dengan beberapa peneliti dari universitas lokal beserta peneliti dari Inggris dan Brazil. Ekspedisi dan pengumpulan data dilakukan pada bulan September – November 2022. Sebanyak 44 spesies dari 31 genera dan 22 famili telah dikoleksi dari di Muara sungai bengawan Solo. Sebagian besar spesimen yang dikumpulkan adalah sub-dewasa atau dewasa, yang mungkin terkait dengan ukuran jaring yang digunakan dalam penelitian ini. Semua ikan yang ditangkap adalah ikan asli atau ikan lokal, dan tidak ada ikan asing yang ditemukan selama pengambilan sampel, seperti ikan nila dan ikan eksotis lainnya. Hal itu menandakan ekosistem muara muara Sungai Bengawan Solo masih terjaga dari invasi ikan asing.
Dari 44 spesies yang tertangkap, Arius maculatus dan Hexanemachthys sagor adalah spesies yang paling berlimpah jumlahnya (keduanya termasuk Famili Ariidae). List spesies temuan selanjutnya adalah Acanthurus xanthopterus, Turrum coeruleopinnatus, Cynoglossus puncticeps, Paraplagusia bilineata, Brevitrygon javaensis, Sardinella gibbosa, Prionobutis microps, Cephalopholis boenak, Epinepelus coioides, Epinephelus malabaricus, Epinephelus areolatus, Epinephelus erythrurus, Epinephelus faveatus, Epinephelus lanceolatus, Epinephelus quoyanus, Gerres oblongus, Acentrogobius viridipunctatus, Acentrogobius viridipunctatus, Halichoeres margaritaceus, Lutjanus decussatus, Lutjanus fulviflamma, Lutjanus russellii, Lutjanus madras, Monodactylus argenteus, Crenimugil seheli, Ellochelon vaigiensis, Gymnothorax tile, Eleutheronema tetradactylum, Abudefduf bengalensis, Pomacentrus tripunctatus, Scatophagus argus, Dendrophysa russelii, Johnius carouna, Johnius heterolepis, Johnius macropterus, Nibea soldado, Scorpaenopsis ramaraoi, Parascorpaena picta, Siganus canaliculatus, Siganus javus, Siganus virgatus dan Dagetichthys commersonnii.
Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi link berikut : https://smujo.id/biodiv/article/view/13952
Refrence
Hasan, V., Andraini, N. E., Isroni, W., Sari, L. A., Nafisyah, A. L., Dewi, N. N., Putri, D. N. A., Prasasti, T. A. B., Ramadhani, A. A., Daniel, K., South, J., Vieira, L. O., Ottoni, F. P., Maftuch, Faqih, A. R., Wirabuana, P. Y. A. P., Tamam, M. B., & Valen, F. S. (2023). Fish diversity of the Bengawan Solo River estuary, East Java, Indonesia. Biodiversitas, 24(4), 2207-2216. https://doi.org/10.13057/biodiv/d240433
