Pilih Bahasa

Mengungkap kedekatan genetik ikan Mystacoleucus marginatus and Mystacoleucus padangensis

Mengungkap kedekatan genetik ikan Mystacoleucus marginatus and Mystacoleucus padangensis

Mystacoleucus marginatus dan Mystacoleucus padangensis merupakan spesies air tawar dimana M. Marginatus merupakan spesies asli Indonesia dengan status IUCN Red List Least Concern dan M. Padangensis merupakan spesies endemik Sumatera Barat, Indonesia dengan IUCN Red List berstatus Rentan (VU). Kedua spesies tersebut berasal dari genus yang sama yaitu genus Mystacoleucus dan famili cyprinidae dan hidup di daerah tropis dengan kisaran suhu 22°C - 27°C. Meskipun berasal dari genus yang sama, kedua spesies ini memiliki ukuran yang berbeda dimana M. padangensis berukuran 116 mm dan M. marginatus berukuran lebih besar yaitu 20 cm.

Berdasarkan Catalog of Fishes, total delapan spesies dari Genus Mystacoleucus telah ada di dunia termasuk Mystacoleucus marginatus, Mystacoleucus padangenesis, Mystacoleucus atridorsalis,, Mystacoleucus ectypus, Mystacoleucus chilopterus, Mystacoleucus greenwayi, Mystacoleucus Lepturus, Mystacoleucus argenteus dan Mystacoleucus Günther. Dari delapan spesies tersebut, terdapat 2 spesies dari genus mystacoleucus yang tercatat di Indonesia, yaitu Mystacoleucus marginatus yang wilayah persebarannya berada di Pulau Jawa dan Mystacoleucus padangensis yang merupakan spesies endemik dari Danau Singkarak. Berdasarkan morfologinya, kedua spesies ini memiliki kemiripan yang cukup dekat, namun terdapat beberapa karakter yang berbeda, salah satunya adalah ukuran spesiesnya. Penilitian terkait morfologinya sebenarnya sudah dikaji oleh Fitri Sil Valen pada tahun 2020, kemudian dilanjutkan dengan analisis kemiripan kedua spesies ini berdasarkan urutan Gen Cythochrome Oxydase sub Unit I (COI). Penelitian ini adalah penelitian kolaborasi antara Dosen Akuakultur Universitas bangka Belitung, Ibu Firi Sil  Valen bersama dengan dosen KKP Liga Insani dan dosen Universitas Brawijaya Maheno Sri Widodo. Dari hasil penelitiannya, ditemukan bahwa kedua spesies tersebut memiliki kemiripan secara DNA hingga 99.81%.  Artinya perbedaan kedua spesies tersebut tidak lebih dari 1%. Menurut hebert et al., 2003, spesies dengan perbedaan lebih dari 3% dapat menjadi spesies yang berbeda. Sebaliknya, perbedaan spesies dibawah 3%, dapat disimpulkan kedua spesies ini identik.

                Penelitian lebih lanjut yang dilakukan dengan menganalisis jarak genetik kedua spesies ini, dimana jaraknya hanya 0.0093 yang berdasarkan Nei et al., 1972, jarak genetik tersebut digolongkan dalam kategori jarak genetik yang rendah. Artinya kedua spesies ini memiliki kedekatan genetik yang sangat erat. Berdasarkan analisisis filogenetikpun kedua spesies ini berada pada percabangan yang sama dan garis yang sama, yang artinya kedua spesies ini secara evolusinya adalah berkerabat dekat dari satu nenek moyang yang sama.

 

Informasi lebih lanjut, kunjungi  https://ijichthyol.org/index.php/iji/article/view/903

Refrence

INSANI, L., JATAYU, D., SIL VALEN, F., SRI WIDODO, M., & HASAN, V. (2023). Comparing genetic Mystacoleucus marginatus and Mystacoleucus padangensis (Cypriniformes: Cyprinidae) based on Cythochrome C Oxidase sub unit I (COI) gene . Iranian Journal of Ichthyology, 9(4), 195–203.

Komentar