Pilih Bahasa

Penggunaan Akuarium Biotope untuk domestikasi ikan endemik asli Bangka

Penggunaan Akuarium Biotope untuk domestikasi ikan endemik asli Bangka

Biotope adalah konsep penataan akuarium berdasarkan kondisi alam sesungguhnya, termasuk komunitas organisme khas yang hidup di dalamnya. Setiap spesies makhluk hidup dan populasi memiliki preferensi terhadap kondisi habitat: jenis substrat, intensitas pencahayaan dan aliran, suhu air dan komposisi kimia air, pasokan makanan, spesies yang bersaing dan predator. Untuk mendesain biotope akuarium perlu memperhatikan korespondensi dengan lingkungan, korespondensi dengan organisme hidup lainya dan kualitas lingkungannya. Korespondensi lingkungan yaitu dekorasi dan substrat, yang dipilih untuk pemasangan akuarium, harus seperti hiasan dan substrat dalam biotope yang ada dialamnya. Kemudian korespondensi organisme hidup. Seperti spesies ikan, tumbuhan dan kerang kerangan harus persis sama seperti pada biotope yang alamnya. Sebaiknya korespondensi organisme berasal dari tangkapan alam habitat organisme yang kita pelihara.  Penggunaan spesies kosmopolitan dan invasif tidak disarankan karna spesiess invasif dapat menjadi pesaing atau predator. Selanjutnya kualitas lingkungan, yang mana pengaturannya harus sesuai dengan kebutuhan vital organisme air. Misalnya, tidak terlalu banyak daun dan lumut yang membusuk yang akan mempengaruhi kualitas air terutama pH. Perlu melakukan pergantian air minimal sekali seminggu dengan persentase 10-20% agar habitat alami tidak rusak. Kemudian kualitas hidup organisme, dimana ikan, tumbuhan dan invertebrata harus terlihat sehat. Kuantitas dan keseimbangannya harus optimal untuk akuarium. Kehadiran spesies untuk makanan  diperbolehkan. Namun, kehadiran mereka harus disebutkan dalam deskripsi dan sesuai dengan biotope yang dibuat.

 

(Penulis: Fitri Sil Valen, M.P)

 

Komentar