Pilih Bahasa

DNA Barcoding WIld Betta burdigala, Ikan endemik Pulau Bangka

 

Betta burdigala adalah ikan cupang liar asli dari Pulau Bangka Indonesia yang merupakan anggota dari kelompok Betta coccina. Seperti cupang liar pada umumnya, Betta burdigala mampu bertahan pada pH 3.0 atau 4.0. Spesies ini menghuni hutan rawa gambut. Keberadaan B. burdigala di Kepulauan Bangka tercatat sebagai Critically Endangered (CR) berdasarkan IUCN). Diketahui bahwa populasi B. burdigala di Pulau Bangka menurun drastis akibat pengaruh penambangan timah yang menyebabkan kerusakan lingkungan dan konversi lahan. Meskipun sangat terancam punah, tidak ada kegiatan konservasi yang diketahui untuk spesies ini.

Dosen akuakultur, Universitas Bangka Belitung “Fitri Sil Valen” melakukan kajian terhadap B. burdigala melalui pendanaan  penelitian muda (PM). Dari hasil penelitian tersebut ditemukan urutan DNA barkoding ikan endemik gen Cytochrome C oxidase Subunit I (COI). Gen COI tersebut kemudian di submit pada database Genbank dengan kode akses  OR167622.1. dan publikasi pada jurnal international bereputasi. Keberadaan gen COI Betta burdigala merupakan catatan pertama gen COI di Genbank. Sekuen ini sangat penting sebagai standard untuk sebagai acuan dalam analisis DNA barcoding B. burdigala dimasa mendatang. Karna, DNA barcoding dapat digunakan sebagai alat untuk identifikasi spesies secara cepat dengan hanya menggunakan satu atau beberapa gen dalam DNA mitokondria yang merupakan wilayah gen standar dan salah satu gen standar sebagai alat identifikasi spesies pada ikan adalah gen Cytochrome C oxidase Subunit I (COI) yang terdapat pada DNA mitokondria. Gen COI telah dipilih sebagai alat standar untuk taksonomi dan identifikasi molekuler di seluruh dunia (dan dapat diandalkan sebagai dasar untuk diferensiasi antar hewan).

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/nuccore/OR167622.1

https://www.fspublishers.org/html_issue.php?i_id=42004

Komentar