Pilih Bahasa

DNA Barcoding Ikan Kelik Asal Pulau Bangka

Ikan kelik Bangka (Encheloclarias tapeinopterus) merupakan ikan lele dari genus Encheloclarias dan famili Claridae. Spesies yang hanya diketahui dari Pulau Bangka di Indonesia ini hidup di hutan primer alami di sepanjang sungai bawah tanah yang melewati akar pohon yang lebat. Keberadaan ikan kelik akhir-akhir ini sedikit menurun dan terdaftar sebagai rentan (VU) berdasarkan IUCN Red List and Threatened Species Karena efek negatif dari penambangan timah yang menyebabkan penurunan kualitas lingkungan akibat pencemaran bahan kimia dan perubahan fisik ekosistem sungai, membuat sungai rentan terhadap degradasi dan hilangnya keanekaragaman hayati.

Peneliti dari Jurusan Akuakultur, Universitas Bangka Belitung, ibu Fitri Sil Valen” bersama dengan the Tanggokers Bangka Belitung dan Universitas Airlangga  telah melaporkan sebuah temuan tentang catatan pertama DNA barcoding dari gen Cytochrome C oxidase Subunit I (COI) ikan kelik asal Bangka ini. Catatan DNA barcoding ini juga telah terpublikasi pada database NCBI Genbank dengan kode akses OQ281707.1. Temuan ini sangat berkontribusi untuk mendukung ilmu pengetahuan dan iBOL (International Barcode of Life) dalam mendata keragaman hayati secara molekuler. Kedepannya, DNA Barcoding ikan kelik akan menjadi standar untuk identifikasi spesies secara molekuler. Selainitu DNA barcoding ikan kelik asal Bangka akan menjadi jawaban atas masalah global dalam mengidentifikasi spesies secara cepat dan akurat untuk pengumpulan data keanekaragaman hayati di masa mendatang dan untuk terus memberikan informasi tentang keanekaragaman hayati dan status konservasi terbarunya, karena identifikasi spesies secara molekuler dinilai lebih cepat dan akurat dibandingkan dengan identifikasi secara morfologi.

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/nuccore/2428817128

Komentar