Pilih Bahasa

Kedekatan Betta burdigala and Betta uberis secara genetik

Betta budigala dan Betta uberis merupakan dua spesies ikan cupang liar yang termasuk dalam famili Osphronemidae dan genus Betta. Kedua spesies tersebut memiliki kemiripan morfologi yang kuat, sekilas terlihat sama; pada kenyataannya, mereka adalah spesies yang berbeda. Meskipun begitu, sejarah hidup spesies tersebut dapat ditelusuri melalui analisis molekuler menggunakan DNA Barcoding. Gen DNA mitokondria Sitokrom C Oksidase Subunit I (COI) dapat digunakan untuk identifikasi spesies ikan dan menelusuri evolusi species.

Berdasarkan hasil analisis DNA Barcoding menggunakan gen COI, Betta burdigala asal Bangka mempunyai kemiripan sekitar 96,66% dengan Betta uberis asal Kalimantan yaitu hampir 97%. Kemiripan DNA 97-100% pada species dapat dianggap species tersebut identik, dan spesies dengan perbedaan 3% atau lebih adalah spesies berbeda.

Secarar geografis, Betta burdigala ditemukan di Pulau Bangka, Indonesia, dan Betta uberis ditemukan di Pulau Kalimantan, Indonesia. Menurut catatan sejarah, Kalimantan dan Kepulauan Bangka secara geografis terhubung dengan daratan kuno yang disebut Sundaland, yang ada beberapa milenium yang lalu. Letak geografis Pulau Belitung terletak di wilayah Kepulauan Sunda Besar Indonesia. Selain itu, Pulau Bangka terletak sekitar 500 kilometer tenggara wilayah terdekat di Semenanjung Malaysia, sekitar 450 kilometer tenggara lokasi terdekat di Sumatera, dan sekitar 750 kilometer barat daya wilayah terdekat di Kalimantan. Sejarah ini memungkinkan bahwa kedua species ini berasal dari nenek moyang yang sama. Berdasarkan jarak genetiknya, Betta burdigala dan Betta uberis menunjukkan jarak yang dekat,  yaitu sekitar 0,04 unit, jauh lebih dekat dibandingnkan species Betta lainnya. Menurut Nei (1972) [28], jarak genetik yang berada di antara 0,010 dan 0,099 tergolong pada jarak genetik yang dekat.

Hal yang sama ditunjukan oleh pohon filogenetika, Betta burdigala dan Betta uberis berada dalam clade yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa mereka sangat dekat dalam silsilah keluarga dan sejarah evolusi. Hal ini mendukung spekulasi kami bahwa spesies-spesies tersebut secara morfologi mirip, dan mengelompokkan spesies-spesies tersebut ke dalam satu kelompok, yaitu kelompok coccina. Namun bukti lebih lanjut mengenai sejarah evolusi dan genetika Betta uberis dan Betta burdigala masih diperlukan. Untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif, kami menyarankan untuk menganalisis keseluruhan genom untuk mengetahui sejauh mana kesamaan antara kedua spesies ini. Selain itu, disarankan untuk melakukan perbandingan morfologi untuk mendukung hipotesis tersebut.

Penulis : Fitri Sil Valen

Komentar