Berawal dari keluhan UKM produksi kerupuk ikan tentang terjadinya ketidak-tersedianya bahan baku ikan laut pada bulan-bulan tertentu, tiga mahasiswa Jurusan Akuakultur Universitas Bangka Belitung, Martiana, Augusta Pratama dan Liza Febrilia memiliki ide untuk memanfaatkan Ikan Lele sebagai bahan baku ampiang ikan. Ikan laut diketahui menjadi bahan baku utama pembuatan kerupuk ikan seperti ampiang, getas dan kericu yang menjadi makanan khas Pulau Bangka. Pada musim-musim tertentu, ketersediaan ikan laut memang mengalami kekosongan akibat waktu berada di luar musim tangkap dan cuaca yang tidak mendukung. UKM sudah melakukan stok bahan baku daging ikan laut, namun keterbatasan kapasitas freezer menjadikan stok tidak mampu mencukupi kebutuhan bahan baku diluar musim ikan laut, apalagi saat mendekati perayaan keagamaan.
Perlu solusi agar produksi kerupuk ikan tidak terputus yang dapat berdampak pada ekonomi UKM. Mahasiswa yang tergabung dalam tim MBKM kewirausahaan dengan fasilittor Dr. Ardiansyah Kurniawan ini mencoba mensubstitusi ikan laut dengan Ikan Lele yang produksinya berkesinambungan, berlimpah dan lebih murah di Kabupaten Bangka Tengah. Bangka Tengah diketahui merupakan sentra produksi ikan air tawar di Pulau Bangka. Selain menjadi solusi bahan baku ampiang, penggunaan Ikan Lele juga memberikan variasi rantai pemasaran ikan bagi UKM budidaya ikan.
Ampiang dengan substitusi Ikan Lele telah diproduksi sebanyak 3 kali dari rentang waktu bulan Agustus – September ini. Setiap produksi menghasilkan 48 – 53 kemasan produk ampiang Ikan Lele. Produk ampiang dikemas 170 gram per kantong dan dibandrol harga Rp. 20.000,- per kemasan. Harga jual ini disamakan dengan harga produk sejenis yang berbahan ikan laut. Seluruh ampiang hasil produksi tim MBKM yang diberikan merk “KERAPING MALITA” ini terjual habis melalui direct-selling maupun titip jual di toko oleh-oleh Amanah di Kurau Barat. Respon konsumen untuk membeli dan membeli ulang ini menunjukkan bahwa produk ampiang berbahan Ikan Lele disukai pada rasa dan tampilannya.
Analisa keuntungan produksi ampiang Ikan Lele yang menghasilkan produk sekitar 9 kilogram setiap prduksinya ini mencapai 29 – 37% dari dari harga pokok produksi. Harga Ikan Lele yang lebih murah dan tersedia sepanjang tahun menjadi poin keunggulan dibandingkan substitusi lainnya. Bahan baku ampiang juga dapat memanfaatkan Ikan Lele over-size yang kurang diminati pasar lokal dan cenderung memiliki harga lebih murah. Saat ini tim masih meneliti lebih mendalam terkait kandungan nutrisi dan organoleptik test terhadap ampiang Ikan Lele untuk dpat memberikan informasi lebih komprehensif dalam subtitusi Ikan Lele pada produk kepupuk ikan khas Bangka.
Penulis: Martiana, Augusta Pratama dan Liza Febrilia
