Pilih Bahasa

Prodi Budidaya Perairan

Kuliah Umum Akuakultur UBB Hadirkan Peneliti BRIN: Bahas Manajemen Populasi Terkontrol untuk Pemuliaan Ikan Endemik

Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Kelautan (FPPK) Universitas Bangka Belitung (UBB), menggelar kuliah umum nasional dengan tema yang sangat relevan bagi masa depan konservasi dan budidaya perikanan di Indonesia.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama Dr. Muhammad Hunaina Fariduddin Aththar, peneliti dari Research Center for Applied Zoology, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dr. Farid merupakan lulusan Wageningen University, Belanda, dengan keahlian di bidang breeding dan reproduksi ikan. Dalam kuliah umumnya, ia membawakan topik berjudul:
“Manajemen Populasi Terkontrol sebagai Sumber Pemuliaan Stok Ikan.”

Acara yang dilangsungkan pada 25 Juli 2025 ini diikuti oleh mahasiswa, dosen, dan peneliti perikanan di lingkungan UBB. Materi yang disampaikan membahas pentingnya pengelolaan populasi terkontrol (controlled population management) sebagai fondasi dalam proses domestikasi, pemuliaan, dan pelestarian genetik pada ikan, khususnya spesies lokal dan endemik.

Dr. Farid menjelaskan bahwa dalam praktik akuakultur modern, keberhasilan domestikasi dan breeding tidak hanya bergantung pada teknik pemijahan, tetapi juga pada desain populasi yang terstruktur dan selektif untuk menjaga kualitas genetik dan menghindari inbreeding. "Manajemen populasi terkontrol sangat penting agar program pemuliaan tidak hanya produktif, tapi juga berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan lingkungan," ujarnya.

Tema ini dianggap sangat relevan dengan arah riset Prodi Akuakultur UBB, yang saat ini tengah aktif mengembangkan program domestikasi dan konservasi ikan lokal dan endemik yang terancam punah, seperti Betta burdigala yang merupakan spesies asli rawa gambut Bangka yang kini berstatus terancam punah (Critically Endangered) dalam daftar IUCN.

“Untuk menyelamatkan spesies seperti Betta burdigala, kita tidak bisa hanya mengandalkan populasi alam yang terus terancam. Diperlukan sistem budidaya terencana dengan pendekatan genetika dan reproduksi yang tepat,” terang Dr. Farid.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Prodi Akuakultur UBB dalam mendorong mahasiswa dan dosen untuk menguasai pendekatan ilmiah dalam manajemen broodstock, serta menjadikan UBB sebagai pusat pembelajaran konservasi dan pemuliaan ikan lokal di tingkat regional.

Koordinator Program Studi, Ahmad fahrul Syarif, S.Pi., M.Si., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kuliah umum ini. “Kami berharap mahasiswa dapat mengambil inspirasi dan pengetahuan praktis dari para peneliti nasional seperti Dr. Farid, agar ke depan mampu menjadi pelaku riset dan pembaharu di bidang akuakultur,” ujarnya.

Dengan terselenggaranya kuliah umum ini, Program Studi Akuakultur UBB semakin memperkuat posisi sebagai institusi akademik yang berorientasi pada riset terapan, konservasi spesies lokal, dan pengembangan teknologi budidaya berkelanjutan yang berbasis ilmu pengetahuan modern.

 

Komentar